ya Allah jadikanlah aku orang yang mulia dihadapanmu dan jadikanlah aku orang yang sukses.
Translate this site to other languages

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

  • ciri-ciri dan klasifikasi KINGDOm fungi


    Jamur merupakan organisme uniseluler atau multiseluler, dengan dinding sel mengandung kitin, eukariotik, tidak berklorofil.Jamur multiseluler tersusun atas rangkaian sel-sel yang membentuk benang dengan atau tanpa sekat melintang, disebut hifa. Hifa dapat berfungsi sebagai : penyerap makanan yang dilakukan oleh miselium (: kumpulan
    hifa ).Dengan alat reproduksi, misalnya sporangium dan konidium Reproduksi jamur uniseluler secara : aseksual membentuk tunas, atau membentuk spora. Sedangkan seksual dengan membentuk spora askus / askuspora. Reproduksi jamur multiseluler secara aseksual dengan cara fragmentasi menghasilkan spora aseksual. Sedangkan reproduksi seksual  dengan peleburan  inti jantan dan betina, akhirnya membentuk spora askus atau spora basidium.Beberapa jenis Jamur hidup secara heterotrof dengan jalan menguraikan sampah organic ( saprofit ), ada juga yang “mengambil” senyawa organic dari tubuh mahkluk hidup lainnya (parasit ), ataupun hidup bersama dengan organisme lain ( simbiosis ).
                Dalam klasifikasi, kingdom Fungi dikelompokkan menjadi beberapa divisi yaitu : Zygomycota, Ascomycota, Basidiomycota dan Deuteromycota berdasarkan struktur tubuh dan cara reproduksinya.
    Apa yang menjadi ciri khas dari masing-masing divisi tersebut ?.
    Perhatikan table di bawah ini !

    Tabel 14.1.Beberapa divisi dari kingdom Fungi dengan ciri khasnya

    Divisi
    Ciri-ciri
    Struktur tubuh
    Jenis hifa
    Reproduksi
    Seksual
    Reproduksi aseksual
    Contoh


    Zygomycota

    Multiseluler, dg hifa bercabang banyak, ada yg bersekat ada juga yang tidak bersekat

    Konjugasi hifa + dengan  hifa – membentuk zigospora

    Spora
    Rhizopus sp/ jamur tempe;
    Mucor sp ( pada kotoran ternak, roti, tanah, buah/sayuran yang membusuk );
    Pilobus ( pd kotoran Hewan ) ;
    Beauvera bassiana
    ( parasit pada insecta )



    Ascomycota

    Ada yang monoseluler, ada yang multiseluler dengan hifa bersekat bercabang-cabang

    Peleburan inti anteridium dg inti askogonium membentuk askuspora

    Tunas, pembentukan konidia, fragmentasi
    Saccharomyces sp(monosel,dikenal  
    dg nama  khamir/ragi/yeast);
    Neurospora sp ( jamur oncom );
    Penicillium ( P.notatum, P.cysogenum : penghasil antibiotic ; P.camembert, P.requoforti : produksi keju ); Tricoderma
    ( penghasil enzim selulase )


    Basidiomycota

    Sebagian besar Multiseluler dg tubuh berukuran besar, hifa bersekat melintang, berinti satu ataupun dua,


    Peleburan hifa + dg hifa – membentuk spora basidium
    ( basidiospora )


    Spora vegetatif yg disebut konidia
    Volvariella volvacea ( jamur merang );
    Auricularia polytricha ( jamur kuping );
    Amanita muscaria ( pada kotoran ternak,beracun);
    Pleurotes ( jamur tiram ); Ganoderma lucidum ( utk obat );
    Lentinus edodes ( dpt di-makan dan sbg obat )
    Ustillago ( jamur api ) dan Puccinia graminis (jamurkarat)
    =parasit pada tanaman
    Deuteromycota
    / jamur tidak sempurna/ fungi imperfecti
    Multiseluler mikroskopis dg hifa bersekat
    Tidak / belum diketahui dengan jelas
    Blastopora
    ( berbentuk tunas ), arthrospora
    (pembentukan spora dg hifa),
    Konidia
    Aspergillus oryzae (produksi alcohol dan asam sitrat );
    Aspergillus wentii ( produksi kecap, karena memecah protein dan amilum serta selulosa )
    Aspergillus niger (enzim pektinase, glukosaoksidase )
    Aspergillus flavus (menghasilkan racun aflatoksin );
    Aspergillus fumigatus ( penyakit paru pd unggas );
    Epidermophyton floocosum ( penya
    kit kaki atlit )
    http://www.sman2-tsm.sch.id/2009/10/jamur-fungi/
    1. Standar Kompetensi
    Memahami prinsip-prinsip pengelompokkan makhluk hidup.
    2. Kompetensi Dasar
    Mendeskripsikan ciri-ciri dan jenis-jenis jamur, berdasarkan hasil pengamatan, percobaan dan kajian literatur serta peranannya bagi kehidupan.
    3. Indikator Pencapaian
    Setelah mempelajari modul ini diharapkan siswa dapat :
    a. Menjelaskan ciri-ciri umum divisio dalam kingdom Fungi.
    b. Menjelaskan dasar pengelompokkan Fungi.
    c. Menggambar struktur tubuh jamur dari berbagai golongan.
    d. Membedakan berbagai golongan jamur berdasarkan morfologinya.
    4. Kegiatan Belajar
    4.1. Kegiatan Belajar 1
    4.1.1. Uraian dan Contoh
    Ciri – Ciri Umum Jamur
    Fungi atau jamur termasuk organisme eukariotik yang tidak berkhlorofil, bersifat heterotrofik .
    (Fungi lack chlorophyll,the green pigment that enables plant to make their own food, consequently ,fungi can not synthesize their own food the way plants do. In order to feed , fungi release digestive enzymes that break down food outside their body, the fungus then absorbs the dissolved food through its cell walls.)
    Berdasarkan sumber makanannya Fungi ada yang bersifat parasitik dan ada yang bersifat saprofitik.
    Fungi yang hidup parasitik mendapat makanannya dari bahan organik yang masih menjadi bagian dari inang yang hidup. Beberapa Fungi ini menyebabkan penyakit pada tanaman, hewan dan manusia.
    Fungi yang bersifat saprofitik mendapatkan makanannya dari bahan organik yang sudah mati . Sebagai organisme saprofitik jamur dapat menghancurkan (menguraikan) sampah , kotoran hewan, bangkai hewan dan bahan organik lain. Atas perannya tersebut maka jamur tergolong pengurai.
    Beberapa fungi mampu bersimbiosis mutualisma dengan organisme lain yaitu hidup bersama dengan organisme lain agar saling mendapatkan keuntungan, misalnya akar dari kebanyakan tanaman mengembangkan hubungan yang saling menguntungkan untuk membentuk mikoriza. Mikoriza mampu meningkatkan kapasitas penyerapan nutrient dari akar tanaman.
    STRUKTUR FUNGI
    Walaupun terdapat fungi yang uniselluler seperti contohnya Ragi (khamir) , kebanyakan jamur bersifat multiselluler yaitu tersusun dari banyak sel yang dikenal dengan miselium . Miselium terdiri dari jalinan benang-benang yang bercabang ke berbagai arah . Tiap filamen dari miselium disebut sebagai hifa. Kebanyakan hifa disusun dari sel – sel yang memanjang dan dindingnya pada umumnya diperkuat dengan kitin.
    Hifa ada yang bersekat , tiap sekat merupakan satu sel dengan satu atau beberapa inti sel. Adapula hifa yang tidak bersekat , yang mengandung banyak inti dan disebut senositik.
    Picture1
    REPRODUKSI JAMUR
    Perhatikan Bagan life cycles jamur di bawah ini !
    Cara reproduksi jamur sangat bervariasi. Meskipun demikian reproduksi pada jamur umumnya terjadi dalam dua cara , yaitu secara seksual (generatif) dan aseksual (vegetatif).
    Pada pembiakan seksual terjadi persatuan dua buah hifa (suatu proses yang disebut plasmogami) ,kemudian nukleus berpasangan tetapi tidak segera bersatu dan berkembanglah miselium dikariotik(2 inti sel). Akhirnya nukleus bersatu menghasilkan tahapan diploid (2n) , penyatuan inti ini disebut karyogami. Sel-sel diploid kemudian mengalami meiosis menghasilkan spora-spora haploid (n) yang disebut juga spora seksual.
    Pembiakan aseksual yaitu dengan cara :
    1. Pembentukan spora aseksual ( spora yang dihasilkan dari pembelahan secara mitosis yang terjadi di dalam sporangium, askus atau basidium). Spora tumbuh membentuk hifa.
    2. Pembelahan tubuh atau bertunas
    Yaitu terbentuknya semacam sel berukuran kecil yang kemudian tumbuh dalam ukuran sempurna . Cara reproduksi tersebut biasa terjadi pada jamur uniselluler misalnya ragi.
    KLASIFIKASI JAMUR
    Kingdom Fungi terbagi menjadi 4 divisio yaitu :
    1. ZYGOMYCOTA
    2. ASCOMYCOTA
    3. BASIDIOMYCOTA
    4. DEUTEROMYCOTA

0 komentar:

Poskan Komentar

Blogger news